Malam ke 24 dipenghujung maret~
Masih boleh aku merancang malam indah bersama calon suamiku kelak ? ku yakini pada diri sendiri bahwa merancang rencana masa depan adalah nikmat Tuhan paling indah yang sampai sekarang aku tidak paham bagaimana cara untuk menolaknya. Demi semua ciptaan Tuhan. Ini sebuah hal yang bisa membuat lesung dipipi kiri dan kanan kamu lebih dalam Cobalah, aku sudah sering mencoba hal ini. Dan malam ini aku akan kembali merancang masa depan bersama calon suamiku kelak. Tapi kali ini tentang senja.
Hai sayang, sore tadi aku masih menikmati senja ku dengan leye-leye dikamar tanpa satu manfaat yang dapat aku perbuat, maafkan aku :) Aku berjanji pada senja-senja berikutnya aku akan menikmatinya bersamamu dan anak-anak kita kelak. Seperti menunggumu pulang dari kantor dan aku mengajak si Sulung dan Bungsu bermain di beranda rumah kita. Dan kemudian kamu sampai dirumah lalu ku sambut dengan anak-anak kita. sulung dan bungsu mencium tanganmu, kemudian aku mengambil tas dari tanganmu dan ikut mencium tangannmu, lalu kau mengcup lebut tepat dikeningku. aahhh indah sekali bukan sayang ? Mungkin itu senja terindah yang kurasakan selain senja ketika masa kecilku bersama orang-orang yang kusayang.
Jangan bosan berdoa'a untuk kita ya :)
Selamat malam.
Aku penikmat senja, yang mungkin sedang lupa caranya menikmati senja dengan sempurna, sedang terjebak dalam kerinduan dan rasa lelah yang mendalam, berpura-pura tak ada masalah sedikit memberi lengkungan dibibirku, penikmat setiap huruf yang terangkai menjadi indah, penulis yang tidak pernah punya ending, terlihat dari setiap tulisan suka menggantung, sedang berusaha keluar dari hubungan yang disebut gantung, sedang tidak suka dengan kalimat "aku paham perasaanmu", sedang menganalisis maksud dari kalimat "semua orang punya masalah, semua orang punya cara, dan pasti berbeda".

0 komentar:
Posting Komentar