height:0px; visibility:hidden; display:none

Jumat, 28 Desember 2012

Teruntuk Kamu Yang Mengerti..

Kamar Milla, sekitar pukul 2 siang...

Aku kembali mengatup kelopak mata sambil menarik nafas panjang. Entah berapa kali hal yang sama aku lakukan beberapa bulan terakhir ini. Setiap kali aku melihat temanku mengucapkan selamat kepada temanku yang lainnya. Ini bukan masalah temanku dan temanku lainnya. 
"kamu kenapa sih mil ?" Suara dita menyadarkan aku bahwa sedari tadi aku tidak sendirian dikamar kos berukuran 4 x 4 meter ini. Kamar kos ku memang kecil, tapi aku nyaman dengan keadaan seperti ini dari pada aku harus tinggal dirumah megah tetapi hanya mendengar kicauan jahanam itu. 
Aku duduk dipinggiran kasur berukuran single tepat disamping jendela yang mengarah keluar, sedangkan sahabatku dita duduk manis disofa depan televisi yang tak jauh dari tempat tidurku berada. Dita adalah sahabatku sejak aku mulai masuk kuliah 2 tahun yang lalu, dan dialah yang setia menami aku tidur dikamar ini jika aku memintanya untuk berdiam agak semalam atau dua malam disini. Aku menyewa kamar kos ini baru satu tahun, tepat Di hari ulang tahunku yang ke 19. Aku merasa tidak nyaman berada dirumah orang tuaku. Sejak kejadian hari itu aku berubah drasti menjadi orang yang sensitif, tak jarang Dita aku ketusin.
"hmm nggak papa ta hehe, eh udah tugasnya ? aku lihat dong yang nomer empat ya" kemudian aku beranjak dari kasur ke tempat dimana dita duduk. 
"udah kok nih-. ah kamu pasti bohong lagi mil, aku rasa kamu beberapa bulan terakhir ini makin sering melamun deh ya" dita menyodorkan buku catatannya kepadaku, sambil antusias menanyakan apa yang terjadi denganku. Tampakknya sahabatku satu ini tingkat ke kepoannya meningkat drastis ketika setiap kali pertanyaannya tidak aku jawab dengan sempurna. 
"hehe kepo deh kamu, mau tau banget ya dit ?" aku berujar sambil menaikkan kedua alis mataku, seketika dita melempar sebuah bantal boneka kecil yang ada didekatnya kearahku.
"haha nih liat, kamu bakalan tau jawabannya" aku menunjukan Handphone ku kearah dita.
"maksudnya ?" tampak alis mata dita yang sebelah kanaan naik satu centimeter.
"yah aku juga bingung dit kenapa setiap orang ngucapin selamat ulang tahun aku jadi gini. hehe yaudah sih nggak ussah dibalas aja yah. aku mau lanjutin tugas dulu" 
"heeeee besok besok pokoknya harus cerita ya mil" 
"siap bosssss" aku nyengir aja ke dita, Tapi entah kapan aku akan bercerita kepadanya ? aku juga nggak tau. besok, seminggu lagi, setahun lagi, atau bahkan nggak pernah. entahlah cuma waktu yang akan menjawab semuanya. 

Kamar Milla, sekitar pukul 10 malam...

Malam ini aku tidur sendiri lagi dikamar ini, Dita sudah pulang sejak sore tadi. Kata dia mamanya dari luar kota akan datang menjenguk dia dan kakaknya. Iya memang Dita disini tinggal dengan kakakny, kak Dimas, Kak Dimas itu baik, pinter, cakep lagi hehe aku aja sempat suka-sukaan gitu sama dia, tapi ya nggak aku lanjutin sukanya, karena menurut kabar yang aku tahu dari Dita kak Dimas sudah pacar, namanya Kak Nia, yah sudah pupus deh harapan aku hehe. 
Aku berjalan kearah meja yang sekaligus merangkap sebagai rak multyfungsi. karena meja tersebut lucu, ada rak-rak kecil tempat penyimpanan dibawahnya. Aku bisa meletakkan buku dan tak jarang aku juga menyimpan sompet-dompet kecilku. Aku mulai mencari sebuah Note berwarna soft pink yang dicover depannya ada huruf M terbuat dari kain flanel gitu, Aku menyebut buku ini buku ajaib, kamu tahu kenpa ? karena setiap aku habis menuliskan semuanya disana, seketika aku merasakan perasaan yang sangat jauh berbeda dari sebelumnya, semacam dibawa kelorong waktu dan menemukan dunia baru, dunia tanpa merasakan beban bepuluh-puluh kilogram. Ku buka perlahan Note tersebut, kucari bagian kosong dari berlembar-lembar kertas putih tersebut,
Teruntuk kamu yang menegerti
Kalimat pertama yang ku tulis dilembaran putih tersebut, kemudian aku diam mencari-cari sesuatu apa yang akan kutulis lagi diatas lembaran putih ini. Aku menekan kuat ujung pena dilembaran putih itu dan melanjutkannya kembali..

yah, teruntuk kamu yang mengerti akan makna dari sebuah ucapan selamat ulang tahun, walau hanya tiga kata tapi bermakna besa, sangat besar sekali. Mungkin kamu tidak mengerti, tapi aku mengerti, karena aku pernah merasakannya. Aku sungguh mengaharpkan merkea yang aku sayang memberikan ku sebuah ucapan selamat. Detik pertama,,, tidak ada, menit pertama,,, masih sama,, jam pertama, masih sama. sampai hari pun berakhir masih sama. Mereka yang aku tunggu tidak ada, tidak sedikit pun berucap, mengeluarkan satu huruf pun untuk ku. Hanya bungkusan besar dan sebuah cake diatas meja yang kulihat. Aku seperti tertusuk benda tumpul disini, didada. Sakit, sakit yang tidak tau kapan harus sembuhnya, dan siapa yang akan menyembuhkannya. Inget. Sebuah ucapan begitu penting dari pada sebuah bingkisan atau cute cake, dan  Karena aku bukan penyampai kumpulan huruf yang baik, jadi diam menjadi pilihanku, bukan keadaan. Dan terus karena itu mereka menganggapku orang yang kejam tidak peduli sekitar? Oh how poor you are guys.... 

0 komentar:

Posting Komentar

Welcome to Aulia Siltawani's Blog. Diberdayakan oleh Blogger.

© 2011 FEELING SAGITARIUS, AllRightsReserved | Designed by ScreenWritersArena

Distributed by: free blogger templates 3d free download blog templates xml | lifehacker best vpn best vpn hong kong