height:0px; visibility:hidden; display:none

Minggu, 30 Desember 2012

Origami berbentuk hati untuk Tuhan..

Kamar Milla, sekitar pukul 10 malam

Malam ini sedikir berbeda dari malam-malam sebelumnya di beberapa bulan terakhir ini. Aku sedikit menuangkan perasaan yang berada di sini (hati) didalam sebuah kertas origami berwarna hitam pekat. Hanya tulisan pendek yang kutulis malam ini.
Untuk 2012 yang sebentar lagi berakhir dan tidak pernah kembali...Untuk 2012 yang indah dengan setiap detiknya, yang membuat garis senyumku setiap hari terukir indah diwajah....Untuk 2012 yang banyak menjatuhkan butiran air mata dari balik kelopak mataku yang bulat hingga drastis berubah bak sebuah danau, cekung menghitam...Aku meminta kepada Tuhan dengan segenap jiwa raga, dengan setiap nafas yang ada untuk mengindahkan setiap detik hidupku pada angka sial 13, 2013...Kepada Tuhan aku meminta semuanya berjalan seimbang searah sesuai garis waktu..Aku percayaa, sedih sama bahagia datangnya satu paket,,Kayak ayah, ibu, kebahagian, duluuu sebelum sekarang.

Aku mengulang tulisan ku di Origami hitam tersebut, sesekali aku menaikan alis mata sebelah kiri.
            “shitt, klasik!” geramku sambil meremas pulpen digenggaman tangan kananku.
Aku menuliskan tanggal hari ini dan namaku diujung bawah origami tersebut, sebelum benar-benar melipatnya menjadi bentuk hati dan kemudian ku masukkan kedalam kotak bekas jam tangan. Aku kembali menatap nanar tulisan tanganku tadi, merasakan ada yang aneh dari setiap kalimat yang aku ucapkan. Ah entahlah, aku bingung mengaplikasikan kehidupanku beberapa bulan terakhir ini. Aku seperti kehilangan jati diri, aku bukan Milla yang dulu, bukan Milla seorang yang hangat, dan mudah mengeluarkan garis senym terindahnya. Itu sudah hilang, hilang bersama gelapnya hari itu.
Tiba-tiba ponselku berbunyi, ku tatap layar dan kumenemukan nama ‘Dita’, buru-buru ku angkat panggilan tersebut.
“ya ada apa ?” jawabku senakknya.
“yee biasa aja kali, aku mau kerumah ni, mau dibawakin apa ?” suara renyah sahabatku ini lah yang beberapa bulan terakhir selalu membuatku sedikit nyaman dan tenang. Sikapnya yang dewasa dari pada aku membuat aku nyaman berada didekatnya, dialah satu-satunya orang ku percaya saat ini. Dita sahabatku.
“hehe mie celor didepan rumah sakit itu aja ye, pedas sama nggak pake lama”
“lapar ? oke, tunggu ya mil”
“oke”
            Ku letakkan kembali ponselku disamping tumpukan kertas origami ksosong, dan yang telah bertuliskan tadi kuselesaikan hingga akhirnya berbentuk hati. Buru-buru kumasukan kedalam kotak seblum akhirnya Dita datang dengan sebungkus Mie Celor kesukaan aku dan keluargaku, dulu. 

0 komentar:

Posting Komentar

Welcome to Aulia Siltawani's Blog. Diberdayakan oleh Blogger.

© 2011 FEELING SAGITARIUS, AllRightsReserved | Designed by ScreenWritersArena

Distributed by: free blogger templates 3d free download blog templates xml | lifehacker best vpn best vpn hong kong