Setiap ada kata karena yang terlontar dari bibir pasti menimbulkan sebuah alasan. Benar bukan ? Aku memang bukan bukan seorang penulis yang pandai bermain kata, tapi aku hanya pengumpul cerita, kadang juga sebagai pelakon yang sedang belajar menuangkannya dalam sebuah tulisan.
Kali ini aku ingin menulis, aku menulis apa yang sedang ingin ku tulis, soal orang-orang mau menganggapnya itu apa, terserah mereka. yang penting aku menulis.
Pernah jatuh cinta pada pandangan pertama ? aku pernah, tapi lebih tepatnya jatuh suka pada pandangan pertama. Aku kurang percaya sama kalimat klise Love at the first sight mengapa ? karena menurutku cinta itu akan datang seiring berjalannya waktu, seiring kebersamaan aku dan dia, seiring tau sama tau kebiasaan aku dan dia. Baru timbul sebuah rasa, cinta. Ya itu hanya sebuah pendapat. Kamu boleh berpendapat beda dengan apa yang aku utarakan.
Mengumpulkan sebuah rasa itu butuh waktu, tidak hanya sekejap mata dan tentu tidak semuda membalikan telapak tangan. Makanya butuh sebuah alasankadang untuk menjawab sebuah pertanyaan, misalnya :
Q : kamu kok bisa sayang banget sama aku ?
A : ya gak tau, rasa itu datang gitu aja seiring jalannya waktu
nah secara tidak langsung itu sudah termasuk alasan, walau kamu menjawab secara tidak sadar.
Ada beberapa fase yang harus kita lewati untuk menuju tahap akhir dari sebuah penantian panjang. yaitu Menikah dan menjalani hari-hari baru bersama pasangan.
1. Suka, aku harus suka terlebuh dahulu dengan pasanganku. Bagaimana mau kefase berikutnya jika fase pertama saja aku sudah tidak suka. Maka dari itu fase pertama aku harus menyukai pasanganku dengan segala yang ia sandang saat ini.
2. Kemudian ketika aku mulai lebih dalam menyukainya, ketika aku sudah mulai mengerti apa yang ia sandang, dan ketika aku dan dia sudah bersama satu rasa. Bisa melewati masing-masing egois dari kita dan melewatinya bersama, Maka ini sudah termasuk fase sayang.
3. Cinta, sebenarnya aku masih bingung definisi cinta sesungguhnya ini seperti apa. Mungkin sayang yang berlebihan atau ketakutan ditinggalkan pasangan secara berlebihan, Mungkin. Soalnya aku juga sering dengar katanya cinta tak harus memiliki. Tapi disini aku mengibaratkan cinta sebagai fase terakhir sebelum memutuskan untuk menikah.
4. Menikah dan hidup bersama pasangan, menjalani hari-hari yang luar biasa dibandingkan hari sebelumnya. Melihat pribadi pasangan yang paling pribadi yang belum pernah kita ketahui selama ini.
Setiap manusia, tentunya wanita 20 tahun keatas pasti punya mimpi, Mimpi untuk menikah, hidup bersama pasangannya. Memiliki putra dan putri lucu penyemangat hari. Indah sekali :))

0 komentar:
Posting Komentar