Beberapa minggu lalu aku ngisiin weekend dengan jalan-jalan singkat Ke Kuala Tungkal. Salah satu kabupaten tempat tinggalku Jambi :)
Aku, ayah, ayi, bang kiki, hendri (sepupuku) dan izham (keponakanku) memulai perjalanan diminggu pagi. Tujuan pertama kami adalah mengunjungi abang sepupuku dan istrinya yang sekarang dinas dikantor PLN di Tungkal.
Tungkal, sekarang jadi kota kenang-kenangan. Sekitar 9 tahun yang lalu aku sering bolak-balik Tungkal-Jambi, Menetap 1 bulan penuh pun sering disela-sela liburan sekolah atau menjelang lebaran haji. Aku sering ikut nenek(Almarhum) atau Wo anit (Almarhum) dan wo bujang datang ke Jambi untuk sekedar meminta kepada ayah dan ibu agar aku ikut bersama mereka. Ya begitu mudahnya aku diopor kesana kemari ketika aku kecil, tidak seperti sekarang hehe. Dirumah mereka aku seperti bungsu. Kata nenek "ulli cucu, keponakan, sepupu, dalam keluarga yang selalu jadi paling bungsu" Aku terharu, padahal ada tiga orang lagi cucu nenek dibawah aku. Tapi mereka tetap mengangggapku bungsu dari anak nenek yang paling bungsu (Ayah). Dan aku bahagia :). Mungkin ketika kecil aku selalu dilindungi oleh semuanya, abang-abang dan kakak-kakak sepupuku, maka aku kurang akrab dengan yang namanya anak dibawah umurku. Tapi itu sampai aku kuliah tingkat pertama, sekarang tentunya sudah tidak, alhamdulilah :)
Barang-barang yang mau dibawa berangkat + ayah
9 tahun yang lalu disini banyak ketam dan ikan cempakul bermunculan loh gais -)
Lah ini namanya Kerang dimasak kecap. enak banget nom nom :9
Sebelum keliling Tungkal kita foto dulu :D
Lah ini salah satu toko barang 2nd elektronik. tapi sekarang udah mulai sepi :')
Nah ini pas dipelabuhan yang belum siap bareng ayah aku x))
Taken by bang kiki
it's a short holiday with my lil family, setengah dari hari minggu kami habiskan diKota Penghasil makanan laut ini. Bukan sekedar mengunjungi keluarga tapi juga membangkitkan memori akan kenangan lama yang begitu indah. Komplek perumahan dinas PLN yang dahulu berdiri kokoh dan banyak suara manusia, kini sudah mulai miring kiri miring kanan tidak terawat, sudah jarang terdengar suara manusia disana, bahkan suara mesin diujung komplek pun sudah tidak ada lagi disini. Oh aku rindu 9tahun yang lalu berdiri diatas kayu-kayu lantai rumah itu tuhan. Jalanan Parit 1,2 yang sering kami lalui dengan sepeda atau becak dulu, sekarang sudah banyak pengendara motor atau mobil yang menggantikannya. Suasana yang berbeda sungguh terlihat. Toko-toko pakaian bekas sudah digantikan dengan toko-toko baju grosis setara online shop. Oh dimana Tungkal yang dulu ?
Apakah sepeninggal wo anit kota ini berubah ? entahlah ~
NB : Wo = Makwo = Kakak Cewek Orang tua
Wo = Pakwo = Kakak Cowok Orang tua
Cempakul = Jenis Ikan
Ketam = Kepiting Hitam








0 komentar:
Posting Komentar