height:0px; visibility:hidden; display:none

Senin, 16 Desember 2013

Bagian 1


Bagian 1....

Tok tok tok......!!!!!!
Tapi ketokan kali ini tidak seperti biasanya, siapapun yang mendengarnya pasti langsung akan terlompat dari kasur dan seketika mimpi indah pun hilang. Tapi yah itu yang membedakan aku dari banyak orang lain. Mau sekeras apapun gedoran dipintu kamarku, aku, Gemini anak bapak Damar dan Ibu Heni tidak akan rela melepas mimpinya kecuali bagian tubuhnya disentuh. Dan kebetulan pagi ini pintu kamarku terkunci jadi seisi rumah tidak ada yang bisa masuk kekamar kecuali melewati jendela. Mili!!! Abang ku tersayang yang rela mati-matian manjat tangga demi mencapai jendela kamar dan dengan senaknya mengimpit tubuhku dengan tubuhnya yang dibilang besar nggak juga, tapi dibilang kecil juga nggak. Lumayanlah ngebuat tubuhku ini patah-patah tulangnya (hhehe becanda).
                “woii bukannya kamu hari ini disuruh kesekolah ya ge, kan ada pengumuman persiapan buat MOS gitu” dengan enteng Mili berkata tanpa dosa setelah mengimpit tubuhku.
Aku yang masih merasa kesakitan tiba-tiba terkejut dengan perkataan Mili dan secepat kilat terduduk sambil mengucel-ngucel mata.
                “ah iyaaaa. Aku lupa, untung kamu ngingetin aku” kemudian aku berjalan kekamar mandi bersiap-siap untuk ke sekolah baruku karena ada pengumungan persiapan untuk MOS.
Hari minggu loh ini, seharusnya aku bisa bangun lebih siang dari hari biasanya makanya aku kunci pintu kamar supaya ayah ibu dan Mili nggak bisa bangunin aku pagi-pagi buta hanya untuk berjalan keliling komplek. Aku tidak suka hal-hal seperti itu. Itu akan membuat kaki-kaki terasa sakit ketika malam dan membuatku susah tidur.
                “ngapain masih disini mil ?” tanyaku pada Mili yang masih terduduk rapi dipinggiran kasurku.
                “kenapa pake baju bebas gitu ge ?”
                “lah emang pake baju apa ?”
                “PAKEE SERAGAM SMP KAMU LAH GE, GIMANA SIH!!” kata Mili sambil teriak tepat ditelingaku. “cepat ganti sana, trus kebawah sarapan, ayah sama ibuk udah nunggu buat sarapan” lanjut Mili.
                “yeee biasa aja kaleee. eh emang kamu dulu gitu ya mil pake seragam ?” kata ku ragu.
                “yeee...” seloyoran sambil pergi kearah pintu, bukan lewat jendela.
Dirumah ini ayah ibu dan Mili memang suka menjawab pertanyaan serius dengan kata-kata yang sangat singkat. Seperti tadi “Ya” dan aku pembenci kata-kata itu.
***
Sudah kebiasaan setiap pagi kita sekeluarga sarapan seperti ini, khusus sarapan pagi aja. Kalo selepas sarapan pagi sih bebas, kadang makan diruang keluarga juga nggak apa-apa.
Ayah, tidak akan beranjak dari duduknya atau bahkan berangkat kekantor jika sarapannya tidak ada Kopi Hitam dan beberapa Pisang Goreng. Setiap hari ? iya setiap hari. Kamu jangan membayangkan betapa bosannya aku melihat hal itu. Tapi aku sayang beliau.
Ibu, tidak pernah lupa tugasnya menyiapkan sarpan untuk kami sekeluarga. Kadang rela tidak sarapan sebelum kami semua selesai. Betapa beruntungnya bukan aku memiliki ibu seperti beliau.
Mili, nih anak turunan ibuk banget. Nasi dan lauk sisa semalam aja dimakan.
Aku, pokoknya harus ada nasi buat sarapan.
***
Sekolah baru...
Minggu pagi dengan seragam SMP, aku “GE” menyatakan terkutuklah bagi senior-senior yang memerintahkan memakai seragam smp ke sekolah jam 7 pagi.
                “heh kamu...”
                “manggil aku mas ?”
Sepintas kulihat kiri dan kanan, memang hanyak aku sendiri disini. Tapi kenapa dia panggil aku, kenal juga nggak.
                “kamu buta ? kan Cuma kamu sendiri disini. Eh satu lagi, aku bukan mas-mas bakso” katanya dengan gaya cool sambil tangan kanan dikantong jeansnya.
                “oh iya sory, ada apa ya ?” kataku cuek.
                “kamu anak baru sudah buat masalah, siapa suruh kamu pakai seragam SMP kesini?”
                “bukannya disuruh pake seragam SMP ya ? jangan ketus-ketus dong. Biasa aja” aku mulai kesal dengan gayanya yang sok kepemimpinan itu. Siapa sih dia.. huh
                “ikut saya!” kemudian dia menarik tanganku kearah mading sekolah yang tidak jauh dari arah kami berdiri tadi. “punya mata kan dek! Baca ni..!” dengan nada membentak.
Astagaa Miliiii!!! Tunggu aku dirumah, kepalamu akan kuputar 360 derajat. Beraninya kamu menipu adikmu.
                “sudah dibaca, dek..?” katanya sambil mendekatkan wajahnya kearahku.
Refleks, aku yang sedang memegang botol minumku, yang awalnya aku ingin minum sebelum bertemu cowok ini tersiram kearah bajunya. Oke maafkan aku, aku kaget melihat wajahnya yang mendekat kearahku.
                “maaf..!” sambil berusaha membersihkan bajunya dengan telapak tanganku yang tidak memegang botol minum.
                “bargaaaaa, acara mau dimulai” dari kejauhan terdengar suara teriakan menyebut nama Barga, mungkin nama cowok ini Barga.
                “cepat masuk kebarisan, ingat urusan kita belum selesai”






AS & ZS

0 komentar:

Posting Komentar

Welcome to Aulia Siltawani's Blog. Diberdayakan oleh Blogger.

© 2011 FEELING SAGITARIUS, AllRightsReserved | Designed by ScreenWritersArena

Distributed by: free blogger templates 3d free download blog templates xml | lifehacker best vpn best vpn hong kong